04
Oct

Pengadaan Rumah Hunian MBR Perlu Didukung

Camat Cikampek H.Syueb Sulaeman merasa senang perkembangan perumahan di wilayah Kecamatan Cikampek begitu pesat. Apalagi kehadiran Perum Griya Indah Cikampek diperuntukan untuk warga atau Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR).

“Saya mendukung penuh program MBR yang ditawarkan oleh pengembang Perum Griya Indah Cikampek. Jadi kebutuhan rumah bagi MBR sangat tepat diterapkan di Karawang,” katanya kepada KORAN BERITA, beberapa waktu lalu,seusai memberikan sambutan peletakan batu pertama pembangunan Masjid dilingkungan Perum Griya Indah Cikampek.Dikatakannya,kebutuhan rumah semakin hari semakin tinggi. Karena rumah menjadi kebutuhan bagi masyarakat.

“Kebutuhan rumah itu warga sangat penting sekali. Sebab dengan memiliki rumah kita merasa nyaman dan tentram. Jadi sekali lagi program MBR harus diterap bagi seluruh pengembang perumahan. Supaya warga mudah mempunyai rumah,” tandasnya.

Sebelumnya H.Deden Darmansah perwakilan dari Management Perusahan Group Galuh Citarum mengatakan Dibangunnya Perumahan Griya Indah Cikampek di Kabupaten Karawang yang dilakukan oleh PT.Wiratama Perkasa Putra (WPP). Kehadiran Perum Griya Indah Cikampek sengaja untuk menyediakan rumah bersubsidi bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR).

“Hari ini mewujudkan bentuk nyata pengabdian dan dukungan bagi program Nawa Cita Presiden RI dengan peletakan batu pertama pembangunan masjid di lingkungan perumahan MBR Griya Indah Cikampek,”ujar H.Deden Darmansah kepada KORAN BERITA, seusai melakukan prosesi peletakan batu pertama Masjid dilingkungan perumahan Griya Indah Cikampek.

Dikatakan, secara factual PT. Wiratama Perkasa Putra (WPP) di rumah subsidi tersebut untuk memberikan kesempatan memiliki rumah bagi pegawai Negeri/TNI/POLRI maupun pegawai swasta yang berpenghasilan rendah dibawah Rp.4 juta perbulan.

“Harga jual rumah MBR hanya Rp.123 juta sesuai batas maksimal harga yang ditetapkan oleh peraturan Menteri Perumahan Rakyat. Begitu pun uang mukanya hanya berkisar Rp.6 juta dengan cicilan 700 ribu perbulan dengan type rumah 30 M2 luas tanah 60 M2,” katanya.

Lebih lanjut Deden menegaskan program rumah bersubsidi bagi MBR  adalah kelanjutan dari program rumah layak huni yang banyak dikembangkan oleh Pemerintahan Provinsi Jawa Barat maupun pemerintahan kabupaten/kota.

“Percepatan program sejuta rumah bersubsidi mengandung arti pemerintahan pusat melalui Kemenpera dan Kementerian PUPR membantu program setuju rumah. Jadi dengan konsep MBR agar Pemeritahan Provinsi Jabar dan Kabupaten Karawang dapat membantu fasilitas infrastruktur pendukung perumahan layak huni bagi masyarkat yang berkampuan rendah,”tegasnya.(dej/ris)

Sumber